DIRGANTARA
Dirgantara
di artikan sebagai ruang di atas permukaan bumi beserta benda alam yang
ada di dalamnya termauk ruang udara hingga mencakup antariksa yang
meluas tanpa batas.
RUANG UDARA
Teori
ini lahir dari negara-negara untuk memperkuat argumentasi batas
kedaulatan ruang udara suatu negara berdasarkan prinsip-prinsip hukum
udara internasional. Teori ini juga lahir untuk mengetahui ketinggian
jelajah pesawat kemersil agar apabila terjadi kecelakaan bisa ditentukan
sebagai dasar yuridisnya. Belum bisa menentukan mengenai ketinggian
ruang udara, tapi beberapa pendapat orang sekitar 80 s.d 110 km yaitu
sekitar gelombang radio tidak bisa diteruskan lagi, dan dipantulkan lagi
ke permukaan bumi.
Dari
lapisan udara diketahui bahwa untuk jarak sekitar 110 km di atas
permukaan bumi adah lapisan atmosfer ionosfer, karena gelombang radio di
pantulkan lagi ke permukaan bumi oleh lapisan inosfer.
GSO (Geo Stationary Orbit)
GSO
merupakan suatu ruang berbentuk cincin di atas permukaan bumi kita, di
mana negara-negara yang mempunya GSO adalah negara yang di lalui
khatulistiwa termasuk negara kita Indonesia. Apabila suatu benda di
simpan di ruang GSO maka benda tersebut tidak dapat di tarik oleh gaya
gravitasi bumi atau pun tidak dapat di tarik keluar dari GSO, maka dari
pada itu ruang GSO dipakai oleh negara-negara untuk menyimpan satelit,
baik itu satelit komunikasi, satelit cuaca ataupun lain sebagainya. GSO
mempunyai ketinggian sekitar 36.000 km diatas permukaan bumi.
RUANG ANTARIKSA
Ruang
di atas ionosfer sekitar 110 km diatas permukaan bumi di sebut ruang
antariksa, ruang antariksa di pakai bebas oleh setiap negara untuk
kepentingan internasional dan penelitian di mana seorang astronot bisa
pergi keluar angkasa untuk sebuah penelitian ilmiah. Ruang angkasa
mempunyai ketinggian yang tanfpa batas di atas ruang udara. Ruang
antariksa juga merupakan ruang hampa udara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar